LTT Awal Tahun Turun, Kalteng Pasang Strategi Kejar Target di Musim Puncak
PALANGKA RAYA – BRMP Kalimantan Tengah menggelar rapat rutin evaluasi capaian Luas Tambah Tanam (LTT) hingga akhir Februari 2026 sekaligus membahas pengusulan target tanam Maret (27/02/2026).
Dalam rapat tersebut terungkap bahwa realisasi LTT hingga Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Target LTT Maret tahun ini pun disesuaikan lebih rendah dari tahun sebelumnya.
Penurunan capaian dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain belum optimalnya pemanfaatan lahan, khususnya di Kabupaten Kapuas yang selama ini menjadi salah satu kontributor terbesar luas tanam. Selain itu, faktor cuaca, pergeseran musim tanam, serta keterlambatan realisasi di beberapa wilayah turut memengaruhi capaian awal tahun.
Penanggung Jawab (PJ) Wilayah Kalimantan Tengah, Agus Hasbianto, meminta jajaran kabupaten/kota bersama dinas pertanian dan koordinator tim kerja untuk memperkuat pengecekan lapangan serta meningkatkan koordinasi dengan para penyuluh di wilayah binaan. Langkah ini dinilai krusial agar usulan target tanam masih berpeluang ditingkatkan.
Ia menegaskan bahwa capaian tahun ini diharapkan minimal menyamai realisasi tahun sebelumnya atau setidaknya mencapai 80% dari capaian 2025.
Memasuki Maret dan April yang merupakan puncak musim tanam padi, optimisme peningkatan realisasi kembali menguat. Momentum tersebut menjadi peluang strategis untuk mengejar ketertinggalan pada awal tahun.
Sebagai tindak lanjut, seluruh kabupaten/kota diminta mempercepat proses tanam, khususnya di wilayah dengan potensi lahan terbesar. Verifikasi kesiapan lahan hingga tingkat kecamatan juga harus segera dilakukan guna memastikan percepatan berjalan efektif.
Dengan koordinasi yang semakin intensif dan optimalisasi lahan pada periode puncak tanam, capaian luas tanam tahun ini diharapkan dapat meningkat dan mendekati target yang telah ditetapkan.